Bos Como 1907 Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia, Begini Kiprahnya di Dunia Olahraga Nasional
Bos Como FC, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026, di usia 86 tahun.-(Ist./ Kolase Nomorsatukaltim)-
JAKARTA, NOMORSATUKALTIM – Kabar duka datang dari dunia bisnis dan olahraga Indonesia. Bos Como FC, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026, di usia 86 tahun.
Ia mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 13.15 waktu Singapura. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi industri sekaligus dunia olahraga nasional.
"Keluarga Besar PT Djarum berduka cita atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura," ujar Corporate Communication Senior Manager Group Djarum, Budi Darmawan.
Michael Bambang Hartono lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939. Ia merupakan putra Oei Wie Gwan, pendiri Djarum, dan dikenal sebagai salah satu pengusaha terbesar di Indonesia.
BACA JUGA: Djarum Comeback! Setelah 6 Tahun Absen, Kembali Dukung Turnamen Bulu Tangkis di Indonesia
Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, ia melanjutkan bisnis keluarga sejak 1963 dan membesarkan Grup Djarum menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasional.
Namun, kiprahnya tak hanya berhenti di dunia bisnis. Ia juga meninggalkan jejak panjang di dunia olahraga, baik di dalam maupun luar negeri.
Di kancah internasional, Hartono Bersaudara dikenal sebagai pemilik klub Italia, Como 1907. Akuisisi dilakukan pada 2019 saat klub itu berada dalam kondisi sulit.
Melalui investasi dan manajemen profesional, Como 1907 bangkit perlahan. Dalam waktu lima tahun, klub tersebut sukses kembali ke Serie A setelah lama absen sejak musim 2002/2003.
BACA JUGA: Dispora Kukar Sikapi Isu Penundaan Porprov Kaltim: Prinsipnya Kami Tetap Siap
BACA JUGA: Ditahan Imbang Persib, Fabio Lefundes Optimistis Borneo FC Masih Bisa Kejar Gelar Juara Liga
Perjalanan Como juga melibatkan tokoh sepak bola dunia seperti Thierry Henry dan Cesc Fàbregas. Transformasi klub menjadi bukti visi jangka panjang dalam membangun sepak bola modern.
Di dalam negeri, kontribusinya terhadap olahraga jauh lebih luas. Melalui PB Djarum, ia menjadi salah satu sosok penting dalam pembinaan bulutangkis Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
