Bankaltimtara

Waspada Phishing dan Smishing! Modus Email dan SMS Palsu yang Bisa Kuras Rekening dalam Sekejap

Waspada Phishing dan Smishing! Modus Email dan SMS Palsu yang Bisa Kuras Rekening dalam Sekejap

Waspada Phishing dan Smishing! Modus Email dan SMS Palsu yang Bisa Kuras Rekening dalam Sekejap.-istimewa-

NOMORSATUKALTIM Kejahatan siber kian marak dan menyasar masyarakat dari berbagai kalangan.

Dua modus yang paling sering digunakan pelaku adalah phishing dan smishing, yakni penipuan digital yang memanfaatkan email maupun SMS untuk mencuri data pribadi hingga menguras rekening korban.

Banyak korban tidak menyadari telah memberikan informasi sensitif seperti nama lengkap, password, PIN, hingga data kartu kredit kepada pelaku.

Padahal, hanya dengan bermodalkan email atau pesan singkat, pelaku bisa mengambil alih akun perbankan dan menimbulkan kerugian dalam waktu singkat.

Phishing merupakan metode penipuan online yang bertujuan mencuri data sensitif. Pelaku biasanya menyamar sebagai pihak terpercaya seperti bank, marketplace, perusahaan ekspedisi, atau instansi resmi.

Modus ini paling umum ditemukan dalam bentuk email palsu yang berisi pesan bernada mendesak, misalnya pemberitahuan bahwa akun akan diblokir, permintaan segera mengganti password, atau notifikasi transaksi mencurigakan.

BACA JUGA:Danantara Targetkan Ekonomi Tumbuh 8 Persen, Siapkan Investasi Lintas Sektor Rp13.000 Triliun hingga 2029

Email tersebut umumnya menyertakan tautan berbahaya. Saat diklik, korban diarahkan ke situs palsu yang tampilannya sangat mirip dengan website resmi.

Di situlah pelaku menjalankan teknik social engineering, yakni manipulasi psikologis untuk mengelabui korban agar memasukkan data pribadi secara sukarela tanpa menyadari risiko yang mengintai.

Sementara itu, smishing merupakan bentuk penipuan yang dilakukan melalui SMS atau pesan teks. Jika phishing memanfaatkan email, smishing menyasar korban lewat nomor ponsel pribadi.

Pelaku biasanya mengirim pesan yang mengatasnamakan bank, perusahaan ekspedisi, atau instansi tertentu. Isinya bisa berupa notifikasi paket tertahan, informasi rekening bermasalah, hadiah undian palsu, hingga permintaan verifikasi akun.

BACA JUGA:Surat Edaran Bersama 3 Kementerian Terbit, Mengatur Libur Bersama dan Kegiatan Ramadan 2026

Karena dikirim langsung ke nomor pribadi, smishing sering kali terasa lebih meyakinkan dibanding email phishing.

Faktor personal inilah yang membuat banyak korban kurang waspada dan akhirnya mengikuti instruksi yang diberikan pelaku.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: