Bankaltimtara

Prihatin dengan Persoalan Kelangkaan BBM, DPRD Mahulu akan Koordinasi dengan BPH Migas

Prihatin dengan Persoalan Kelangkaan BBM, DPRD Mahulu akan Koordinasi dengan BPH Migas

Terpantau masyarakat di Kecamatan Long Pahangai mengantre BBM di salah satu APMS setempat.-istimewa-

MAHAKAM ULU, NOMORSATUKALTIM - Ketua DPRD Mahakam Ulu (Mahulu), Devung Paran mengaku prihatin dengan persoalan kelangkaan BBM yang terjadi di Mahulu selama sepekan terakhir. 

Sebagaimana diketahui sampai saat ini pasokan BBM di Mahulu belum stabil seperti sebelumnya.

Bahkan akibat dari tersendatnya pasokan, harga BBM di tingkat eceran jauh dari ideal. 

Padahal, kebutuhan BBM di Mahulu tidak hanya untuk kendaraan di darat, tapi juga untuk kebutuhan kendaraan di perairan.

Sebab, masyarakat di daerah ini sebagian besar masih menggunakan moda transportasi sungai, seperti perahu ces, speedboat, dan perahu longboat. Belum lagi untuk kebutuhan lainnya seperti chinsaw.

BACA JUGA:Akses Pantai Menyempit, Pemkab Berau Cari Formula Lindungi Ruang Publik Pulau Derawan

BACA JUGA:Dari Mesin Jahit ke Panggung Nasional, Perjalanan Nora Suratman Menembus Indonesia Fashion Week

Sehingga, kelangkaan BBM tentu saja menjadi persoalan serius bagi masyarakat setempat, sebab turut berpengaruh pada kelancaran aktivitas perekonomian mereka.

“Kelangkaan BBM di Mahakam Ulu saat ini tentu sangat memprihatinkan. Karena dampaknya sangat mengganggu aktivitas ekonomi, dan meresahkan warga,” ujar Devung Paran saat dikonfirmasi Nomorsatukaltim, Jumat 30 Januari 2026.

Mengenai persoalan tersebut, Devung Paran berharap pihak terkait seperti pertamina segera mengambil langkah konkret. Sehingga kelangkaan BBM yang saat ini terjadi tidak berlarut-larut.

“Kita berharap ini segera diatasi ya. Karena masalah yang muncul jadi sangat kompleks,” kata Devung Paran.

BACA JUGA:Dinkes Kaltim Perluas Cakupan Layanan Kesehatan Gratis di Wilayah 3T

Politisi Gerindra itu juga menyorot pemberhentian pelayaran kapal penumpang di kawasan Sungai Mahakam.

Ia menilai, dengan ketiadaan pelayaran kapal penumpang dari Samarinda menuju Mahulu, tentu sangat berdampak pada sektor perekonomian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait