Bankaltimtara

Cuaca Ekstrem Picu Pergeseran Tanah, Ruas Jalan Tol Balikpapan-IKN di Karang Joang Patah

 Cuaca Ekstrem Picu Pergeseran Tanah, Ruas Jalan Tol Balikpapan-IKN di Karang Joang Patah

Kondisi ruas jalan tol Balikpapan-IKN yang patah akibat pergeseran tanah karena cuaca ekstrem. -istimewa-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Beredar informasi di media sosial perihal patahnya akses Jalan Tol Balikpapan menuju ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang patah.

Insiden ini terjadi usai penutupan kembali setelah difungsionalkan pada momentum Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Hingga saat ini, menurut informasi yang dihimpun dari warga sekitar, akses di lokasi kerusakan masih ditutup total dan alat berat tampak bersiaga di lokasi.

Menanggapi insiden tersebut, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Timur, Yudi Hardiana mengungkapkan bahwa Jalan Tol menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), tepatnya pada segmen 3A2 KM 11 Karang Joang, Balikpapan Utara, ditutup total.

BACA JUGA:Dalami Tata Kelola RSUD Tipe C, Balikpapan Belajar ke Pontianak

Hal tersebut dilakukan setelah terjadi kerusakan serius berupa ambruknya struktur jalan pada Kamis 8 Januari 2026.

Kerusakan tersebut terjadi di ruas yang masih berstatus konstruksi dan sebelumnya sempat difungsionalkan secara terbatas saat arus libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Lebih lanjut Yudi menjelaskan bahwa kerusakan terjadi akibat pergerakan struktur slab on pile yang dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem.

BACA JUGA:5 Investor Baru Masuk IKN, Proyek Dimulai Pertengahan 2026

“Terjadi pergerakan pada slab on pile akibat pergeseran tanah disposal yang diakibatkan oleh intensitas hujan yang cukup tinggi,” kata Yudi saat dikonfirmasi Nomorsatukaltim, Minggu 11 Januari 2026.

Ia menerangkan, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu, 7 Januari 2026 pukul 15.35 Wita hingga Kamis 8 Januari 2026.

Kondisi tersebut menyebabkan timbunan tanah di area disposal mengalami pergeseran.

Pada Kamis 8 Januari 2026 sekitar pukul 11.55 WITA, pergeseran timbunan itu berdampak langsung pada penurunan tiang slab on pile sepanjang 82,5 meter.

Menurut Yudi, beberapa langkah dilakukan untuk mencegah kerusakan meluas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: