5 Investor Baru Masuk IKN, Proyek Dimulai Pertengahan 2026
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono-Antara-
NUSANTARA, NOMORSATUKALTIM - Jumlah investor di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) bertambah 5. Otorita IKN menyebutkan, investor tersebut bergerak di bidang usaha kuliner, sarana dan prasarana olahraga, perniagaan, hingga perkantoran swasta.
Dilansir Antara, Sabtu, 10 Januari 2026, kelima investor tersebut adalah PT Bahagia Bangunnusa, PT Rangga Ekapratama, PT Fajar Maju Berkarya Gilang, PT Batara Maduma Prospernusa, dan PT Haidir Griya Karya.
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan, hadirnya tambahan proyek ini diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Nusantara.
Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan para investor dalam mendukung pembangunan IKN, yang membuktikan bahwa pemerintah konsisten membangun Nusantara untuk dunia.
BACA JUGA: Tiga Sekolah Taraf Internasional Bakal Beroperasi di IKN Tahun Ini
Kelima investor tersebut telah melakukan penandatanganan 7 perjanjian pemanfaatan tanah dan pengalokasian lahan aset dalam penguasaan (ADP) OIKN serta akta notarial di Kantor Balai Kota Otorita IKN pada Jumat, 9 Januari 2026.
Kehadiran 5 investor tersebut menambah daftar 50 investor yang sebelumnya telah menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan di IKN dari sektor swasta dengan total nilai investasi mencapai Rp66 triliun.
Sebanyak 50 investor itu terbagi dalam 5 klaster, yakni komersial, perbankan, pergudangan, pendidikan dan kesehatan, serta hunian dan residensial.
Pada klaster hunian dan residensial, proyek dengan investasi PT Pakubuwono Mandiri Investama, yakni rancangan pembangunan apartemen hunian bagi staf kedutaan yang akan dimulai Juli 2026 dengan target penyelesaian Juli 2028.
BACA JUGA: Tinjau Sejumlah Proyek Strategis, Wapres Gibran Tiba di IKN Melalui Bandara VVIP Nusantara
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Sudiro Roi Santoso menambahkan sejumlah proyek investasi dari 5 investor ini direncanakan mulai berjalan pada pertengahan 2026.
"Sebagian besar dari 7 perjanjian kerja sama ini akan memulai pembangunan sekitar pertengahan tahun 2026. Sedangkan, saat ini, para pelaku usaha sudah mempersiapkan tahapan perjanjian dan perizinan," kata Roi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: antaranews

