Selama Nataru, Otban VII Catat Lonjakan Penumpang 6,27 Persen di 7 Bandara
Kepala Otban Wilayah VII, Ferdinan Nurdin.-Chandra/ Nomorsatukaltim-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Memasuki tahun 2026, Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII mencatat pencapaiannya, sekaligus menyiapkan strategi ekspansi konektivitas udara di seluruh Kalimantan.
Berdasarkan informasi terbaru, aktivitas penerbangan selama periode Nataru 2025/2026 menunjukkan peningkatan signifikan.
Tujuh bandara utama yang berada dalam pengawasan Otban VII berhasil membukukan kenaikan pergerakan pesawat mencapai 4,04 persen.
Sementara jumlah penumpang melonjak hingga 6,27 persen bila dibandingkan periode serupa tahun lalu.
BACA JUGA: 18 Ribu Penumpang Padati Arus Balik di Bandara SAMS Sepinggan
Kepala Otban Wilayah VII, Ferdinan Nurdin mengungkapkan, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mencatatkan aktivitas paling tinggi, diikuti Bandara Kalimarau di Berau.
"Dari tujuh bandara itu, kita meng-compare se-wilayah Otban VII, di tahun yang sebelumnya sampai sekarang, ternyata kita mengalami kenaikan baik pergerakan pesawat maupun jumlah penumpang," ungkapnya saat Penutupan Posko Terpadu Angkutan Udara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Area Check In Timur Bandara SAMS Sepinggan, pada Senin 5 Januari 2025.
Adapun rute Balikpapan–Jakarta mendominasi dengan mengangkut lebih dari 44 ribu penumpang sepanjang periode libur panjang.
Posisi runner-up ditempati Bandara Kalimarau Berau dengan 1.963 penumpang saat arus berangkat dan 1.779 penumpang ketika arus balik.
BACA JUGA: Penumpang Nataru 2026 di Bandara Kalimarau Tembus 30.168 Orang, Naik 32 Persen
Menurut Ferdian, meski angkanya jauh di bawah Balikpapan, pertumbuhan di bandara-bandara regional ini turut mengonfirmasi tren meningkatnya mobilitas udara di Kalimantan.
Otban Wilayah VII mengoperasikan pengawasan terhadap 28 bandara di wilayahnya, dengan tujuh bandara prioritas, yakni SAMS Balikpapan, Samarinda, Tarakan, Palangkaraya, Berau, Pangkalan Bun dan Sampit.
Ferdinan menegaskan pendekatan pengawasan mereka bersifat regional, bukan terfokus pada satu titik.
"Kami memastikan standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan diterapkan konsisten di semua bandara. Bukan hanya mengawasi satu lokasi, tapi koordinasi operasional penerbangan secara menyeluruh," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
