Bankaltimtara

Empat Toko Terbakar di Jalan Milono Tanjung Redeb, Kebakaran Pertama Berau di 2026

Empat Toko Terbakar di Jalan Milono Tanjung Redeb, Kebakaran Pertama Berau di 2026

Petugas Damkar Berau berusaha memadamkan kebakaran yang terjadi di Jalan Milono, Tanjung Redeb, pada Jumat (2/12/2026) pagi.-(Disway Kaltim/ Azwini)-

BERAU, NOMORSATUKALTIM – Suasana subuh di Jalan Milono, Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb, Berau, mendadak berubah mencekam. 

Kobaran api tiba-tiba membesar dan melahap bangunan toko di kawasan permukiman padat penduduk itu, pada Jumat, 2 Januari 2026, sekitar pukul 05.30 Wita. 

Peristiwa tersebut menjadi kebakaran pertama yang tercatat di Kabupaten Berau pada awal tahun 2026. Api dengan cepat menjalar dan menghanguskan dua bangunan yang terdiri atas empat pintu toko.

Komandan Regu Damkar Berau, Agus, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pada pukul 05.52 Wita. Ia mengatakan respons cepat langsung dilakukan begitu laporan masuk ke markas

BACA JUGA: Kebakaran Hanguskan Mes PT Tirta Mahakam di Palaran, Jalan Sempit Hambat Proses Pemadaman

“Kami menerima laporan sekitar jam enam kurang delapan menit. Begitu laporan masuk, dua unit langsung kami kerahkan untuk penanganan awal,” ujar Agus kepada Nomorsatukaltim, 2 Januari 2026.

Namun, besarnya kobaran api membuat petugas harus menambah armada. Dalam waktu singkat, total 10 unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.

Menurutnya, proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam setengah. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya, meski di lokasi masih terdapat sisa asap dari bangunan yang terbakar.

“Sekitar satu jam setengah api sudah mulai dingin. Saat ini tinggal proses pendinginan karena masih ada asap,” ujarnya.

BACA JUGA: Siswi SD Tewas dalam Kebakaran Toko dan Bengkel di Kawasan Padat Penduduk Balikpapan Utara

Agus menambahkan, kebakaran tersebut menghanguskan empat pintu toko yang berada dalam dua bangunan. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

“Untuk penyebabnya masih ditangani oleh kepolisian. Kami belum bisa memastikan sumber api,” kata dia.

Sementara itu, pemilik toko yang terdampak kebakaran, Sofyan, menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Ia memastikan tidak ada aktivitas penggunaan api terbuka sebelum kejadian.

“Tidak ada orang bakar obat nyamuk atau apa pun. Saya yakin ini akibat listrik, mungkin karena instalasinya sudah tua,” ujar Sofyan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: