Pengrajin Batik Mahulu Hadapi Kendala Promosi dan Tempat, PKK Dorong Ketekunan dan Sinergi
Ketua PKK Mahulu, Yovita Bulan.-(Disway Kaltim/ Iswanto)-
MAHULU, NOMORSATUKALTIM - Ketua PKK Mahulu, Yovita Bulan mendorong para pengrajin batik di daerah tersebut agar terus meningkatkan keterampilan membatik.
Tujuannya agar lukisan batik yang dihasilkan bisa lebih maksimal dan mampu memenangkan persaingan pasar.
Yovita Bulan mengaku sebenarnya pengurus PKK Mahulu sudah pernah melaksanakan pelatihan membatik dengan menggandeng Dinas Pendidikan Kebudayaan.
“Kami juga sering membuat pelatihan di PKK dengan OPD terkait. Tapi karena mungkin ini baru ditekuni jadi belum terlalu keliatan. Karena yang saya tahu di Kampung Ujoh Bilang ini komunitasnya,” ujar Yovita saat diwawancara NOMORSATUKALTIM, Senin 25 Agustus 2025.
BACA JUGA: Motif Batik Mahulu, Yovita Bulan: Sudah Bisa Dipatenkan
BACA JUGA: Luar Biasa, Mahulu Punya Batik Kebanggaan Tersendiri, Ini Jenis Motif dan Harganya
Disampaikan, bahwa untuk motif batik di Mahulu juga sudah dibuatkan hak ciptanya oleh bidang Kebudayaan Disdikbud Mahulu.
Hak cipta tersebut juga upaya kerjasama dengan PKK, bahkan sudah dilakukan sayembara (perlombaan).
Kemudian, kata Yovita, para pengrajin batik di Mahulu sebenarnya sudah pernah mengikuti pelatihan, bahkan pelatihannya lebih dari satu kali.
Yovita mengakui bahwa untuk menjadi pengrajin batik yang profesional, tentu saja diperlukan ketelatenan, harus sabar dan siap menekuni prosesnya.
BACA JUGA: Warga Panorama Sangatta Kembangkan Batik Ciprat dengan Sentuhan Kontemporer
BACA JUGA: Wabup Berau Giatkan Pemakaian Batik Lokal, Buka Peluang Ekonomi Kreatif Daerah
“Sebenarnya kalau sudah pernah pelatihan tinggal diteruskan saja. Membatik ini kan butuh ketelatenan. Jadi semua harus ditekuni. Sama kayak sekolah, kalau kita hanya turun satu kali saja dalam sebulan pasti tidak naik kelas, pasti tidak dapat nilai yang bagus. Begitu juga dengan pembatik, jadi harus dilatih terus dirumah,” ujarnya.
Disinggung terkait kebutuhan tempat khusus para pengrajin batik di Ujoh Bilang. Menurut Yovita, terkait tempat itu menjadi kewenangan pemerintah kampung atau desa masing-masing.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

