Berau Sedang Berada pada Periode Musim Pancaroba, Waspada Gelombang Tinggi!
Kondisi di Kepulauan Maratua saat ini.-istimewa-
BERAU, NOMORSATUKALTIM - Belum lama ini, ada sebuah postingan di Tiktok tentang kondisi di Kepulauan Maratua, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau. Dalam postingan tersebut, menunjukkan kondisi di Maratua banjir akibat pasang air laut tinggi.
Menanggapi hal itu, Camat Maratua, Ariyanto mengatakan, kejadian tersebut memang sudah biasa atau sering terjadi.
"Hal seperti itu memang karena kondisi alam yang ada di Pulau Maratua. Banjir ini bukan akibat lain-lain, tetapi memang itu adalah kondisi alam dimana kalau kita terhitung di 28 Mei kemarin, tu bertepatan dengan satu hari bulan," kata Ariyanto, Kamis (29/5/2025).
Ia menjelaskan, satu hari bulan itu dimana pada saat satu hari bulan, pasang air laut mengalami kenaikan besar-besaran.
BACA JUGA: Gara-Gara Banjir, Gelaran Event Budaya di Berau Terancam Diundur
BACA JUGA: Bupati Berau Bikin Surat Edaran, Seluruh Pihak Diminta Bantu Korban Banjir dan Longsor
"Nah, jadi ini memang fenomena alam yang sudah terbiasa, dengan hitung-hitungan bulan. Jadi dalam satu bulan itu ada dua kali seperti itu, namun beda tanggal," jelasnya.
Dengan pasang air yang tinggi disertai gelombang besar, menyebabkan air laut masuk ke sekitar jalanan pantai. "Memang kondisi gelombang kemarin besar, cuma hari ini sudah tidak. Pasangnya masih sama dengan kemarin, cuma hari ini gelombang tidak tinggi," ujarnya.
Menurutnya, apabila kondisi ini terjadi terus menerus, akan mengakibatkan pengikisan pasir pantai.
"Jadi pasang surut itu sudah hal-hal yang terbiasa sering terjadi..Memang terbiasa sudah kejadian di laut seperti itu," tuturnya.
BACA JUGA: Berau Diterjang Banjir Lagi, Sejumlah Bangunan di Hulu Segah Tenggelam Hingga Rusak dan Hanyut
BACA JUGA: Kota Samarinda Kembali Dikepung Banjir, Dilaporkan 24 Titik Tergenang dan 5 Titik Longsor
Melihat kondisi alam yang seperti ini, menyebabkan para nelayan tidak ada yang pergi melaut. "Mereka juga melihat kondisi alam, kalau gelombang tinggi otomatis tidak ada yang melaut," imbuhnya.
Ariyanto mengungkapkan, bahwa saat ini, diperkirakan sudah memasuki musim selatan. Dimana biasanya, musim selatan itu mulai masuk di bulan Juli, Agustus dan September.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

