MBG di Balikpapan Sudah Penuhi Prokes dan Tanpa Libatkan APBD
Program realisasi Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 015 Balikpapan Selatan, pada Senin (17/2/2025). -chandra/disway-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah berjalan di Balikpapan, Senin 17 Februari 2025. Salah satu lokasi realisasi MBG perdana ini yakni di SDN 015 Balikpapan Selatan, dengan jumlah total siswa siswi 972 orang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan bahwa pihaknya menjadi salah satu penerima manfaat MBG yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia pun mengungkapkan untuk seluruh kegiatan ini, termasuk anggaran dan penyediaan katering, telah diatur oleh BGN.
"Kami selalu siap kapanpun diminta untuk menyiapkan anak sekolah, karena kami hanya penerima manfaat bukan pelaksana program," kata Irfan Taufik, saat ditemui di SDN 015 Balikpapan Selatan, Senin (17/2/2025).
BACA JUGA:Makanan yang Tak Habis Dikonsumsi, Alasan Pemkab PPU Belum Mulai Program MBG
BACA JUGA:Pj Gubernur Kaltim Sebut Program MBG Tidak Boleh Didanai APBD
Ia menjelaskan bahwa pertemuan dengan BGN dilakukan sekitar dua bulan yang lalu. Dalam pertemuan tersebut, Dinas Pendidikan berdiskusi dengan berbagai katering yang telah dipilih oleh BGN.
Adapun pihak dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, lanjutnya, juga terlibat dalam memastikan bahwa katering-katering tersebut telah mematuhi protokol kesehatan.
"Dari tiga katering yang ditunjuk, baru satu katering yang siap melaksanakan tugasnya hari ini," ujar Taufik.
Ia menyebutkan bahwa katering tersebut berlokasi di Balikpapan Regency dan melayani sekitar 3.300 siswa penerima manfaat.
“Hari ini, tujuh sekolah menerima manfaat dari program ini, yaitu SDN 010, SDN 015, SDN 016, SMPN 26, SMPN 18, SD Nurul Ilmi, dan TK Nurul Ilmi, dengan total sekitar 3.300 siswa,” jelasnya.
BACA JUGA:Kenakan Kostum Lembuswana Hijau, Siswi SMP 5 Balikpapan Ini Antusias Ikuti Pawai Budaya Nusantara
BACA JUGA:PAD Balikpapan 2024 Lampaui Target Rp 1 Triliun, Ini Beberapa Sektor Penyumbang Terbesarnya
Dari sisi protokol kesehatan, ia menyebut katering telah dinyatakan siap oleh ahli gizi. Sedangkan untuk anggaran, Irfan menegaskan bahwa tidak ada dana dari APBD yang digunakan dalam kegiatan ini, secara keseluruhan dana masih menggunakan dari BGN. Harga per porsi pun juga telah ditentukan oleh BGN seluruhnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

